logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Teknologi

Tak Khawatir Zoombombing, Pahami Fitur Keamanan pada Zoom Meeting

Mengenal fenomena Zoombombing serta antisipasinya.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: voi.id

SKETSA -  Platform telekonferensi menjadi primadona dalam menjalin komunikasi sejak adanya pandemi Covid-19 pada awal 2020. Aplikasi Zoom Meeting hingga Google Meet telah menjadi kebutuhan tersendiri, utamanya bagi kalangan pelajar dan pegawai kantoran, hingga masyarakat umum. 

Meningkatnya kebutuhan telekonferensi tak terlepas dari perkara keamanan yang masih mengkhawatirkan. Beberapa gangguan dari luar terjadi secara tiba-tiba oleh pihak asing, utamanya pada aplikasi Zoom Meeting, sehingga gangguan tersebut akrab dikenal sebagai zoombombing. 

Hal tersebut bertujuan mengganggu. Serta muncul sebagai aksi serangan dari pihak luar yang membajak video telekonferensi dengan mengirim gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian bernada ancaman. Bisa dilakukan melalui room chat, muncul secara tiba-tiba pada layar atau berbicara secara langsung dengan mengaktifkan mic. 

Meski pihak Zoom Meeting telah meningkatkan keamanan, kemunculan zoombombing masih saja menghawatirkan. Di Indonesia sendiri, zoombombing pernah terjadi. Gambar-gambar mengganggu yang tak diundang ini hadir saat presentasi Zoom pada acara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema "Riset Pengembangan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Pulih Bersama Bangkit Perkasa" pada hari Rabu, 26 Januari lalu.

Namun, kembalinya zoombombing ternyata tak sekadar berkaitan dengan celah keamanan sistem Zoom. Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menilai kemunculan zoombombing diakibatkan kurangnya penyelenggara dalam menguasai fitur sistem keamanan zoom. Seperti halnya, peserta yang diizinkan share screen tidak dibatasi hingga tautan zoom yang tersebar bebas hingga memudahkan siapa saja masuk ke dalam ruang zoom.

Zoombombing sendiri dapat dicegah dengan menerapkan beberapa langkah keamanan. Seperti halnya mengaktifkan fitur waiting room dan mengunci pertemuan ketika pertemuan telah dimulai, membatasi berbagi layar atau share screen hanya untuk host, mengontrol peserta saat berjalannya pertemuan, dan memastikan host mengerti fitur-fitur yang ada di dalam Zoom. 

Beberapa cara tersebut dianggap bisa mengurangi kemungkinan munculnya zoombombing ketika acara berlangsung. Bagaimana dengan pertemuanmu? Meski beberapa pertemuan telah kembali berlangsung di dunia nyata, tak ada salahnya mengantisipasi zoombombing saat kamu harus bertemu secara virtual, ya! (snk/khn) 



Kolom Komentar

Share this article