Branding

Teater Kolase Rasa: Membuka Tabir Perselingkuhan dari Berbagai Perspektif

Lika-liku dunia perselingkuhan dalam teater Kolase Rasa UKM Teater Yupa

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

SKETSA — Memasuki penghujung tahun, UKM Teater Yupa menggelar pementasan teater bertajuk “Kolase Rasa”. Bertempat di Aula Gedung Student Center Lantai 1, pementasan tersebut ditampilkan sebanyak dua kali pada Sabtu (9/12) dan Minggu (10/12) lalu. 

Pengunjung mulai memadati tempat pementasan sejak pukul 19.00 Wita. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa Unmul, mereka yang merupakan anggota komunitas-komunitas teater yang tersebar di Samarinda turut hadir dalam acara itu. Sembari menunggu pementasan dimulai, pengunjung dipersilahkan untuk menunjukkan tiket masuk ruang teater kepada panitia dan melakukan registrasi ulang. Setelah itu, pengunjung diharapkan untuk menunggu hingga dipersilahkan masuk ke dalam ruang teater.

Pengunjung dipersilahkan untuk memasuki ruang teater pada pukul 20.30 Wita. Mulanya, penonton tidak mampu melihat dekorasi panggung dari teater yang disutradarai oleh Olivia Bodas karena minimnya pencahayaan. Ketika para panitia selesai menyanyikan Mars Teater Yupa sebagai pembuka teater, penonton akhirnya disuguhkan dengan pemandangan panggung yang bertemakan sebuah kafe.

Teater yang nyaris berdurasi selama satu jam itu membawakan tema isu masa kini. Ya! perselingkuhan. Selama teater berlangsung, penonton dimanjakan dengan alur cerita serta sentuhan musik yang menambah tegang suasana. Para penonton terlihat memberi komentar pada saat pertunjukan berlangsung hingga tepuk tangan yang meriah di akhir penampilan sebagai bentuk apresiasi.

Acara tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah teater selesai ditampilkan, tim pementasan mengajak para penonton untuk mengikuti agenda "Diskusi Karya" dari pementasan teater "Kolase Rasa". Tim produksi bersama para aktor dan aktris yang berperan dalam teater tersebut memperkenalkan diri serta berdiskusi dengan para penonton yang didominasi dari komunitas teater lainnya.

Olivia Bodas selaku Sutradara dari teater "Kolase Rasa" membeberkan bahwa masa penggarapan teater memakan waktu selama satu bulan, mulai dari penulisan karya, hingga saat pementasan dimulai. Selain itu, Olivia turut menyebut motivasi di balik pengangkatan tema perselingkuhan dalam teater garapannya itu.

"Kita melihat, ‘kan, biasanya perselingkuhan di film-film pasti pelakornya yang di highlight sebagai antagonis. Nah, maka dari itu, coba kita ubah di sini (teater Kolase Rasa). Kita coba buka. Kasih lihat. Ternyata dia ngelakuin ini tuh ada hal, sesuatu hal. Ada kebenaran yang dia pegang. Jadi, "Kolase Rasa" dari Teater Yupa, angkat isu perselingkuhan dari dua sudut pandang," ungkap Olivia ketika diskusi karya berlangsung, Minggu (10/12).

Salah satu anggota diskusi yakni Ical yang berasal dari UKM Sedaya Polnes menyampaikan apresiasinya atas suksesnya pagelaran teater tersebut. 

“Jadi, yang saya tangkap itu kolase rasa, berbagai bentuk rasa ‘kan di situ. Dan saya dapat (rasakan) memang di situ (teater Kolase Rasa) ada banyak rasa mulai bahagia, sedih, marah, maupun kecewa dan lainnya," ungkap Ical.

Pementasan teater Kolase Rasa tak ayal mendapat antusias dan apresiasi tinggi dari kalangan mahasiswa dan komunitas teater lainnya. Khittah Muslimah selaku pimpinan produksi pentas tahunan XXX UKM Teater Yupa Unmul mengungkap bahwa kuota yang diberikan oleh tim produksi dalam dua hari pementasan mencapai kurang lebih sebanyak 75 penonton per harinya. 

Imbuhnya, pentas tahunan ini merupakan agenda wajib bagi anggota Teater Yupa. Pada setiap tahunnya, pentas teater ini memiliki visi dan misinya masing-masing.

Harap Khittah, pementasan selanjutnya akan berjalan dengan lebih baik serta mendapat ruangan pementasan yang lebih besar sehingga kuota penonton menjadi lebih banyak.

"Kuota atau kuorumnya lebih banyak dan nggak di Student Center. Maksudnya, di tempat yang lebih banyak space ruangannya, jadi kita punya penonton yang lebih banyak dan bisa menggetarkan hati, gitu," pungkasnya.(ali/myy/dre)



Kolom Komentar

Share this article