Hanya Satu Bapaslon yang Melengkapi Berkas, Pemira FT 2023 Berakhir Aklamasi

Hanya Satu Bapaslon yang Melengkapi Berkas, Pemira FT 2023 Berakhir Aklamasi

Sumber Gambar: BEM FT

SKETSA — Pemilihan Umum Raya (Pemira) BEM FT Unmul telah usai digelar. Pemira FT dimulai sejak Kamis (16/11) lalu hingga grand closing dan penetapan Ketua dan Wakil Ketua BEM FT dilangsungkan pada Selasa (19/12). Adapun pasangan Yusuf dan Bramantyo Ardi Harimurti Wibisono terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FT secara aklamasi. 

Yusuf dan Bramantyo membawa tiga program kerja utama dalam jabatannya sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FT. Di antaranya adalah sekolah advokasi, posko pengaduan, dan Bina Desa KBM FT. 

“Sekolah advokasi sebagai salah satu program peningkatan pengetahuan anggota BEM FT tentang ke-advokasian, posko pengaduan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi ataupun sebagai wadah mediasi antara mahasiswa FT dan Anggota BEM FT,” jelas Yusuf saat diwawancarai Sketsa pada Selasa (26/11).

Yusuf melanjutkan, mengenai program Bina Desa KBM FT, yaitu sebuah program pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh lembaga mahasiswa di FT dan bekerja sama dengan instansi-instansi terkait. Adapun Program pertama yang akan dijalankan oleh Yusuf dan Bramantyo adalah program sekolah advokasi, yaitu melakukan pengembangan terhadap seluruh anggota BEM FT.

Komisi Badan Pengurus Harian BLM FT, Tari Pramesti Hanifatul Fauziah, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat tujuh bakal calon yang seharusnya maju dalam Pemira FT tahun ini. Namun, hanya satu bakal calon yang melengkapi berkas. Tari juga mengungkapkan bahwa antusias mahasiswa dalam Pemira tahun ini meningkat. 

“Antusias mahasiswa mengenai Pemira ini lumayan meningkat dari tahun ke tahun, terutama tahun ini karena sudah dilaksanakan secara luring atau offline, sehingga Paslon dan mahasiswa bisa langsung bertatap muka,” ungkap Tari saat diwawancarai Sketsa pada Minggu (24/12).

Dalam pelaksanaan pemira kali ini, terdapat beberapa gugatan yang masuk saat Pemira berlangsung, baik dari luar maupun yang secara sistematis. 

“Ada beberapa gugatan yang masuk. Gugatan yang masuk ada yang di luar dan ada yang secara sistematis juga. Namun, dari panitia telah menanggapi gugatan dengan baik agar tidak terjadi konflik atau masalah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemira FT tahun ini diwarnai pula protes mengenai persyaratan melampirkan surat rekomendasi HIMA bagi bakal calon yang akan melaju dalam kontestasi Pemira. Protes tersebut pertama kali muncul melalui akun instagram @suara_mahasiswa_teknik pada 1 Desember 2023. 

Dalam unggahan Instagram Story akun tersebut, disebutkan bahwa surat rekomendasi HIMA tidak menjadi persyaratan pada tahun sebelumnya. Sebab, tidak seluruh himpunan bisa dengan mudah memberikan surat rekomendasinya. Namun, aturan tersebut kembali ada di tahun ini.

Adapun Tari selaku staf Badan Pengurus Harian Badan Legislatif Mahasiswa (BPH BLM) FT memilih tidak banyak berkomentar mengenai hal tersebut.

“Untuk masalah tersebut sudah diselesaikan,” tutup Tari. (una/ner/ems)