logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Hiburan

Sambut Pergantian Tahun dengan Film Pendek Karya Anak Bangsa

Rekomendasi film pendek karya anak bangsa

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Youtube

SKETSA - Menyambut momen pergantian tahun, menonton film bisa jadi salah satu pilihan yang tepat untuk temani hari-harimu. Terlebih, ancaman Covid-19 masih hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Tak kalah dengan film layar lebar yang kerap ditayangkan ulang saat akhir tahun di kanal mainstream tanah air. Saat ini industri film pendek di Indonesia juga meningkatkan kualitasnya dari berbagai aspek.

Berikut Sketsa rangkum empat rekomendasi film pendek karya anak bangsa yang dapat kamu tonton bersama keluarga ataupun sahabat. 

Lemantun - 2014

Dalam bahasa Jawa “lemantun” artinya lemari. Persis seperti judulnya, bahasan dalam film ini adalah seputar lemari yang akan diwariskan kepada lima bersaudara. 

Tidak seperti kedua kakak dan adiknya, tokoh Tri adalah satu-satunya yang tidak memiliki gelar pendidikan. Namun, realita yang dihadirkan dalam cerita, agaknya akan sedikit menampar penonton. Bagaimana tidak? Tri yang diperankan Freddy Rotterdam merupakan sosok sederhana yang sering dipandang sebelah mata.

Meskipun dalam kehidupan masyarakat sosok-sosok sepertinya sering dilupakan, tetapi ada banyak sekali pesan dan pelajaran yang perlu kita renungkan. Kamu dapat menontonnya lewat kanal YouTube Wregas Bhanuteja.

Lamun Sumelang - 2019

Film pendek dengan durasi 18 menit ini, berasal dari rumah produksi yang sama dengan Film pendek viral Tilik, yaitu Ravacana Films. Mengemas fenomena ”pulung gantung”, sebuah realitas bunuh diri yang marak terjadi di daerah Gunung Kidul. Film ini menghadirkan genre horror yang jenaka lewat deep talk para arwah yang telah mati bunuh diri. 

Lamun Sumelang yang resmi dirilis pada Desember 2021 lewat platform Youtube ini telah malang melintang di berbagai festival film sejak 2019. Di bawah arahan sutradara Ludy Oji Prastama, film ini sempat memenangkan piala maya sebagai film cerita pendek terpilih di tahun yang sama dengan perilisannya.

Jendela (Home) - 2020

Meski cukup jarang dibicarakan, adegan dalam film ini tergolong unik dan cukup berbeda dengan film pendek lainnya sebab sangat minim dialog. Menggunakan gerbong kereta sebagai latar tempat, rasa canggung antara kedua pemeran utama yang berstatus ayah dan anak kandung sangat jelas terasa. 

Para penonton akan dibuat penasaran dengan kisah utuh Bima dan ayahnya di menit-menit pertama. Sementara untuk sepuluh menit terakhir, Randi Pratama sebagai penulis berhasil menjawab semua kegelisahan penonton dengan suasana haru. Cocok kamu tonton di ruang keluarga dengan camilan yang kamu siapkan saat tahun baru, nih!

Kita Keluarga - 2020

Film Kita Keluarga nyaris ditonton sebanyak seratus ribu kali pada kanal Youtube Keratif Film School. Ditayangkan sejak 2020 lalu, film pendek ini mengisahkan seorang mahasiswa asal Papua bernama Markus. Ia mengalami dilema menjelang hari Natal. Pasalnya Mama Markus memintanya untuk pulang kampung agar dapat berkumpul bersama di hari penting tersebut. Di sisi lain ia tidak punya cukup uang untuk membeli tiket dan masih harus menyelesaikan kewajibannya di perantauan.

Pada penghujung cerita, terselip pesan bahwa sebuah keluarga tidak terbatas pada hubungan darah namun juga termasuk orang-orang di sekitar yang selalu siap sedia menemani.

Mana yang sudah kamu tonton? Jangan khawatir, kabar baiknya, sederet film pendek di atas bisa kamu nikmati di platform Youtube secara legal, lho! Yuk nikmati karya anak bangsa! (nkh/khn).



Kolom Komentar

Share this article