Branding

Philofest ID 2021: Munculkan Kembali Wawasan Filsafat di Indonesia

Philofest ID gelar acara festival filsafat terbesar di Indonesia.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Shania/Sketsa

SKETSA - Komunitas filsafat, akademisi, dan para filsuf Indonesia kembali menggelar Festival Filsafat terbesar di Indonesia, Philofest ID. Dilaksanakan secara daring dengan tema "Kini. Nanti. Dulu: Filsafat sebagai Tradisi".

Ketua Pelaksana Philofest ID, Dika Sri Pandanari menjelaskan awal mula terbentuknya tema bermula dari pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi filsafat di Indonesia.  

“Tema Kini, Nanti, Dulu: Filsafat sebagai Tradisi ini berangkat dari pertanyaan- pertanyaan yang muncul dari kawan- kawan peserta tahun sebelumnya, tahun 2020. Ditambah dengan pertanyaan- pertanyaan mendasar kawan kawan panitia mengenai bagaimana kondisi filsafat di indonesia. Kemudian muncullah tema Kini, Nanti, Dulu: Filsafat sebagai Tradisi,” jelas Dika.

Ada pula tujuan dari kegiatan ini yaitu menyatukan berbagai sudut pandang ilmu pengetahuan dan filsafat. Guna mencari kembali pemahaman manusia atas peran filsafat sebagai induk ilmu yang telah melatarbelakangi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, keimanan, dan pola- pola hidup manusia. 

Festival filsafat Philofest ID pada tahun kedua ini berlangsung selama 8 hari, terhitung Sabtu 13 November sampai dengan Sabtu 20 November 2021. Beragam keseruan tentunya akan didapatkan, sebab acara ini menggandeng berbagai komunitas, penerbit, institusi pendidikan, pengajar, pegiat, dan long life learner filsafat dari seluruh Indonesia. 

Terdapat kurang lebih 70 narasumber dengan delapan jenis acara yang akan berlangsung di antaranya Polemik Filsafat, Dialog Filsafat, Kuliah Umum, Bedah Karya, Presentasi Panel Ide, Kuis Filsafat, Nongkrong Filsafat, serta Temu Kawan. Kelas-kelas yang berlangsung tersebut akan dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari yang cukup serius sampai dengan kelas santai nan asyik.

Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan dapat diakses melalui platform Zoom dan YouTube serta informasi lengkapnya dapat disaksikan melalui Instagram dan Twitter Philofest ID di @philofestid serta pada website Philofest.id.

Philofest yang selenggarakan tahun ini mendapat antusias tinggi dari peserta, terbukti sudah ada ribuan orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti agenda festival filsafat terbesar ini.

“Teman- teman yang mendaftar sebagai peserta, yang mendaftar melalui google form, terdaftar sebanyak 1400 peserta dari 31 provinsi yang berbeda,” sebut Dika.

Hadirnya festival ini diharapkan dapat memunculkan kembali wawasan filsafat di Indonesia dalam kancah perkembangan filsafat saat ini, sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam khazanah pencarian kebijaksaan dunia. 

Lili Tjahjadi, dosen sekaligus mantan Rektor Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarakara, Jakarta, menyampaikan bahwa perayaan filsafat perlu dilakukan sebab selama berabad-abad di setiap budaya, filsafat telah melahirkan konsep, ide, dan analisa. Melalui filsafatlah diletakkan dasar cara berpikir yang kritis, independen serta kreatif. “Filsafat membantu mengonsolidasikan dasar-dasar hidup berdampingan secara damai,” pungkasnya. 

Festival filsafat yang dilakukan secara daring ini menarik para filsuf yang mengajar di Amerika Serikat dan Inggris. Mengutip alasan pentingnya filsafat dari Graham Priest, yang merupakan penulis buku terkenal dengan salah satu judulnya bukunya, A short Introduction to Logic.

"Yang penting adalah bahwa anda memikirkan hal-hal ini untuk diri anda sendiri dan menemukan pandangan yang memuaskan. Ini bisa jadi merupakan sebuah proses yang berjalan terus, bisa juga merupakan hal yang anda renungkan sepanjang hidup, dan bisa jadi anda berubah pikiran. Tetapi bukan masalah. Ini menunjukkan anda adalah seorang yang bepikir dan bukan hanya seseorang yang tanpa pikiran, tanpa perenungan. Inilah mengapa menurut saya filsafat sangat penting," ungkap profesor dari City University of New York tersebut. 

Diselenggarakannya Philofest ID 2021 ini dapat menjadi ruang untuk saling berdiskusi serta bepikir secara kritis. Membangun sensibilitas masyarakat akan pentingnya berpikir secara terbuka dan kritis dalam menghadapi tantangan zaman saat ini. Bagaimana denganmu? Tertarik mendaftarkan diri? (cal/rst




Kolom Komentar

Share this article