Berita Kampus

Perangkat Pemira Inginkan Aklamasi, Dekan FH: Saya Tidak Ikhlas!

Adi Nurhamidi calon Presiden BEM FH. (Sumber: Istimewa)

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


SKETSA - Sebagaimana berita yang telah diturunkan Sketsa sebelumnya, audiensi ketiga yang dihelat guna memperoleh kepastian Pemira FH gagal. Forum yang khusus diagendakan membahas pandangan masing-masing pihak itu hanya menghasilkan dua opsi bagi BPPR. Bersikeras aklamasi dengan konsekuensi BEM FH dibekukan atau berbesar hati mengakui kesalahan dan menggelar tahapan Pemira ulang.

“Sempat bekeras juga kami. Sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk memperbaiki kesalahan. Semua sadar ini salah. Tapi, mereka (BPPR) bilang akan diperbaiki di periode berikutnya, ya, oke. Tapi, jangan sampai kesalahan yang jelas sekarang ini kita ikhlaskan,” ucap Adi Nurhamidi calon Presiden BEM FH menguraikan suasana audiensi.

Kepada Sketsa, Adi menyebutkan DPM FH pun bersikap sama meski kemudian menolak dengan mengatakan semuanya—termasuk dekan—harus menghormati proses yang ada. Paslon Cipta-Juno telah ditetapkan BPPR menang aklamasi, maka keputusan itu mau tidak mau mesti dihormati.

Sementara, BPPR bersikeras mengakhiri Pemira dengan aklamasi. Berbekal amanat dari Dekan FH, tegas mereka sampaikan penolakannya terhadap opsi Pemira ulang. “’Keputusan diberikan Pak Dekan sama BPPR dan saya sudah memutuskan untuk aklamasi dan presidennya yang ada di sini,’ Begitu kata BPPR,” kata Adi lagi. Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi perihal ini pesan hanya dibaca dan tidak ada respons sama sekali dari BPPR setelah berkali-kali coba dihubungi.

Beralih ke pasangan Cipta-Juno. Keduanya mengaku tak masalah jika dilakukan Pemira ulang. Namun, kemudian dipatahkan sendiri karena khawatir pendukung dan simpatisan mereka kecewa. Bahkan, mereka memprediksi akan ada gerakan yang lebih besar jika Pemira benar diulang.

“Jangan sampai, Pak, teman-teman yang ngusung kami yang sudah terpilih tiba-tiba saya enggak terpilih kan jadinya kecewa, Pak. Dan jangan heran kalau ada hal-hal yang lebih besar,” sergah Juno.

Ketika itu, forum sebenarnya mulai menyepakati Pemira ulang termasuk aliansi mahasiswa FH dan Mahendra. Suasana sempat memanas, karena baik BPPR, Panwas, maupun DPM tetap tidak setuju, sampai akhirnya Mahendra kembali buka suara. Adi menirukan kalimat-kalimat yang diucapkan Mahendra.

“Kalau saya menggunakan logika ilmu saya, ini jelas salah. Tapi saya enggak mau menggunakan itu, saya menggunakan hati nurani saya sebagai orang tua dan saya tidak ikhlas. Saya benar-benar tidak ikhlas jika proses ini berlangsung! Cari saja di Google kalau orang tua itu tidak ikhlas apa akibatnya,” tirunya.

Sampai berita ini diturunkan, Mahendra belum berhasil dikonfirmasi. Terakhir kali dihubungi pada Senin (15/1) lalu, ia hanya membalas melalui pesan singkat. “Mohon maaf, saya menolak untuk diwawancara soal Pemira di fakultas saya karena masih dalam proses penyelesaian,” jawabnya. (aml/erp/pil/wal/els)



Kolom Komentar

Share this article