logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Berita Kampus

KKN-PLP Tematik Terintegrasi: Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Sekolah

Menyongsong pelaksanaan KKN-PLP FKIP 2021.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Istimewa

SKETSA – Tahun ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKN-PLP) di tengah pandemi. Selama empat tahun, FKIP sendiri telah diizinkan secara formal untuk melakukan KKN secara mandiri. KKN merupakan mata kuliah universitas, sementara PLP ditujukan untuk lembaga pendidikan seperti FKIP dengan tujuan agar mahasiswa punya kompetensi di lapangan sebagai pengajar.

Pada Rabu (25/8) lalu, Zulkarnaen selaku Ketua Pelaksana KKN-PLP menyebut jika kegiatan pengabdian tersebut terpisah dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M). Meskipun begitu, agenda tetap dilakukan dengan koordinasi kepada mereka.

PLP dibagi menjadi dua bagian. Pertama, PLP 1 dengan bobot 1 SKS yang fokus kepada administrasi sekolah sedangkan PLP 2 dengan bobot 3 SKS mengenai kegiatan pembelajarannya. Inilah mengapa PLP disebut terintergrasi sebab PLP 1 dan 2 bebas dilakukan dalam waktu pelaksanaannya.

“Bebas aja waktunya. Tidak ada ketentuan apakah PLP 1 harus sehari, seminggu, tidak begitu, bebas saja.”

Adapun jumlah sekolah yang menjadi mitra FKIP terdapat sebanyak 152 sekolah. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA/Sederajat. Dari 856 mahasiswa yang mendaftar, kemudian dikolaborasikan menjadi satu kelompok dari 16 Prodi di FKIP (khusus S1).

“(Sebenarnya) Ini mengalami penurunan. Tahun lalu (ada sekitar) 1100-1200 mahasiswa, tahun ini kan karena ada program MBKM, yang Kampus Mengajar itu bisa dikonversi (jadinya berkurang),” papar Zulkarnaen.

Sementara, kepanitiaan yang menangani KKN-PLP masih ditangani oleh Wakil Dekan I dengan Ketua Jurusan dan Sekretaris yang menjadi tim inti pelaksana. Ia berharap, ada tim khusus yang dapat menangani KKN-PLP agar lebih optimal.

“Ke depan, harapannya kita bisa lebih ke masyarakat lagi dengan tema-tema pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Dalam dua tahun ini kan temanya literasi digital, karena kebutuhannya di situ. Setidaknya dengan membawa tema ini kita membuka mata pentingnya literasi digital baik guru, siswa, maupun orang tua,” harapnya.

Di sisi lain, ada Agung Hadi Wijaya asal Pendidikan Biologi 2018 dan Indah Angela dari Bimbingan Konseling 2018 membagikan persiapan mereka kepada Sketsa. Untuk Agung, ia sendiri telah mengunjungi dan melakukan observasi di MAN 2 Samarinda sebagai tujuan KKN-PLP. Tak hanya itu, ia bersama kelompoknya juga melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga pihak sekolah.

“Untuk kondisi sekolah, saat ini sekolah sangat bagus jika dilihat dari segi sarana dan prasarana. Tentunya, sekolah tersebut memiliki banyak prestasi yang telah diraih,” sebutnya kepada kami, Sabtu (21/8).

Menurutnya, arahan panitia yang didukung buku panduan membuat pelaksanaan lebih jelas. Sehingga maksud dan tujuan dari program KKN-PLP ini dapat disampaikan dengan baik.

Sama dengan Agung, Indah bersama kelompoknya pun telah menyusun program kerja dan berkoordinasi dengan pihak SMAN 8 Samarinda dan dosen terkait. Dalam waktu dekat ini, mereka sedang mengerjakan persiapan untuk agenda webinar bagi para siswa.

“Dari kelompok kami sendiri ada beberapa proker. Seperti membuat pupuk kompos, memperbaiki palang kelas, membuat hiasan dinding dan mengadakan kerja bakti di lingkungan sekolah. Insyaallah, proker-proker ini akan kami jalankan di bulan September mendatang,” jelas Indah.

Sebagai penutup, ia bersyukur karena kelompoknya dimudahkan dengan tanggapan sekolah yang positif dan suportif akan keberlangsungan KKN-PLP mendatang.

“Tentunya pihak sekolah mendukung dengan baik kegiatan-kegiatan kami di sekolah. Namun, harus tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Karena saat kami masuk, pemerintah masih memberlakukan kebijakan PPKM dan sekolah tersebut sangat menerapkannya. Untuk itu kami biasanya saling berkoordinasi menggukan media online seperti WhatsApp dan Google Meet,” tukasnya. (rth/yen/rst/sar)



Kolom Komentar

Share this article