Berita Kampus

Ada Evaluasi Dosen, Hati-Hati Jika Sering Tak Hadir

DISIPLIN: Baik prodi maupun fakultas harus tegas terhadap peraturan yang ada. Kalender akademik ditetapkan, maka harus dilaksanakan. (foto: int)

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


SKETSA – Seperti dua tanggapan dosen di fakultas berbeda kemarin, pada awal perkuliahan seharusnya memang ada kesepakatan yang dibuat dengan mahasiswa. Terkait hadir atau tidaknya mahasiswa pun dosen yang minim pada awal semester, memang tak sepenuhnya dapat disalahkan. Mengingat hasil survei Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM SKETSA, ada berbagai alasan yang mengakibatkan minimnya kehadiran tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono angkat bicara, saat awal semester pasti ada yang tidak hadir karena alasan tertentu. “Apalagi pada minggu pertama pasti masih ada yang belum kembali dari kota asal atau ada pekerjaan lain. Namun harusnya itu tidak terjadi, karena sudah ada patokannya di kalender akademik,” jelasnya, Selasa (23/2/2016).

Berbicara soal kebijakan mengontrol dan mengawasi, menurut Mustofa, bukanlah wewenang universitas melainkan fakultas. “Karena kita berada di unit tertinggi, tidak mungkin kita bisa mengontrol semua dari 14 fakultas. Jadi secara operasional unit kerja di bawahlah yang bertugas untuk itu. Fakultas atau bahkan prodi yang berwenang untuk itu,” terangnya lagi.

Kegiatan pengontrolan ini disebut pengendalian berjenjang. Program studi (prodi) melaksanakan dan mengontrol kegiatan, lalu prodi akan dikontrol fakultas kemudian universitas mengendalikan. “Ini yang disebut sistem, kalau semua sistem berjalan dengan baik, maka semua akan lancar. Tapi kalau sistemnya mengandalkan universitas saja pasti tidak akan bagus,” ujarnya.

Jika banyak dosen yang tidak hadir, dijelaskan Mustofa, sekarang sedang dikembangkan sistem evaluasi dosen online. Dari situlah, akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Sebab, kalender akademik seharusnya dipatuhi. Jika tanggal awal semester sudah ditetapkan, maka harus dilaksanakan. Tidak seharusnya mahasiswa maupun dosen tak hadir menjadi hal lazim. Lama-kelamaan menjadi budaya negatif.

Terakhir, Mustofa berpesan agar pertemuan kelas bukan hanya mencatat, tapi juga berdiskusi. “Kesempatan untuk menanyakan, memperjelas, mengklarifikasi, itu ada saat di perkuliahan. Harus dimanfaatkan,” imbuhnya. (bru/jdj/e3)



Kolom Komentar

Share this article